Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) : Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Petugas dalam Implementasi Rekam Medis Elektronik di Praktik Mandiri Bidan Appi Amelia (Klinik Zam Zam Medica)



20 Aug 2026




Sebagai upaya memperkuat kapasitas dan kesiapan tenaga kesehatan dalam menghadapi era digitalisasi pelayanan kesehatan, tim pengabdian kepada masyarakat menyelenggarakan kegiatan edukasi dan pelatihan peningkatan pengetahuan serta keterampilan petugas terkait implementasi Rekam Medis Elektronik (RME). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026 oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Kegiatan ini berfokus pada penguatan keamanan, kerahasiaan, legalitas, serta tata kelola data pasien di Praktik Mandiri Bidan Appi Amelia, yang saat ini telah berubah nama menjadi Klinik Zam Zam Medica. Klinik Zam Zam Medica telah menjadi mitra dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sejak 2023.

Gambar 1

Foto bersama Narasumber, Mitra Pengabdian Masyarakat dan Tim Pengabdian Masyarakat

Kegiatan yang dilaksanakan di Klinik Zam Zam Medica ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendampingi fasilitas pelayanan kesehatan primer bertransisi menuju sistem digital. Pelatihan ini menghadirkan kolaborasi narasumber ahli, salah satunya narasumber kedua dari PT Infokes Indonesia, Iyan Kurniawan, S.E., yang memaparkan materi mengenai Implementasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) dalam Mendukung Transformasi RME di Klinik serta Peran Infokes dalam Implementasi TTE dan RME di Klinik.

Gambar 2

Paparan materi narasumber 1 sekaligus Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat

Gambar 3

Paparan materi narasumber 2 PT Infokes Indonesia

Selain aspek keabsahan hukum dokumen digital melalui TTE, rangkaian materi pengabdian juga membekali peserta dengan pemahaman komprehensif terkait keamanan data. Materi yang disampaikan mencakup analisis kasus nyata terkait keamanan, kerahasiaan, dan tata kelola RME, membedah anatomi kebocoran data, pemahaman konsep dasar Segitiga CIA (Confidentiality, Integrity, Availability), hingga pemetaan transisi bentuk ancaman dari sistem manual berbasis kertas menuju RME. Pada kegiatan ini, tim pengabdi secara resmi juga memberikan Panduan Praktis Keamanan Data Rekam Medis di Klinik Pratama sebagai acuan operasional petugas.

Gambar 4

Penyerahan Buku Panduan Praktis Keamanan Data Rekam Medis di Klinik Pratama

 

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Arif Nugroho Triutomo, SKM, MPH, menyampaikan bahwa migrasi menuju RME tidak hanya sekadar mengalihkan catatan medis ke komputer, tetapi juga memerlukan jaminan legalitas dan aspek keamanan yang ketat.

“Transisi dari rekam medis manual ke RME memberikan kemudahan efisiensi pelayanan, namun di sisi lain membawa tantangan baru dalam hal keabsahan dokumen dan keamanan siber. Melalui penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) serta pemahaman mendalam mengenai anatomi kebocoran data dan prinsip CIA, kami berharap para petugas tidak hanya mahir mengoperasikan aplikasi RME, tetapi juga memiliki tingkat kewaspadaan tinggi dalam menjaga kerahasiaan, integritas, dan legalitas data pasien,” ujar Arif Nugroho Triutomo.

Gambar 5

Penyerahan Investasi Bagi Mitra

Sinergi antara akademisi, penyedia layanan teknologi seperti PT Infokes Indonesia, dan fasilitas kesehatan ini diharapkan dapat memperkuat upaya promotif serta preventif dalam pengelolaan data medis. Dengan berpedoman pada panduan praktis yang telah diserahkan, Praktik Mandiri Bidan Appi Amelia (Klinik Zam Zam Medica) diharapkan mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan berbasis digital yang modern, akuntabel, legal, dan terpercaya bagi masyarakat.

 

Kontributor: Nita Budiyanti, M.H.